Category: BMKG

[Hoaks] Tsunami akan Terjang  Bengkulu
Sebuah informasi yang diklaim sebagai informasi resmi dari BMKG menyatakan bahwa akan ada Tsunami yang diprediksi terjadi di Bengkulu pada 26 Desember 2018. Dalam info tersebut juga disebutkan air pantai yang mulai surut hampir di tengah-tengah sehingga warga dihimbau untuk segera mengungsi. PMG Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Prov. Bengkulu, Sabar Ardiansyah menegaskan, informasi tsunami yang beredar di media sosial yang menyebut bahwa Bengkulu akan diterjang gelombang tsunami pada Rabu 26 Desember 2018, merupakan informasi hoaks yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Pihaknya juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan statement terkait informasi Bengkulu akan dilanda gempa dan tsunami.
Penjelasan Resmi BMKG Terkait Ramalan Gempa Surabaya-Madura
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi gempa di Surabaya-Madura.
Penjelasan BMKG Terkait "Isu Potensi Gempa Susulan Sebesar 7,5 SR"
Sehubungan dengan adanya berita yang meresahkan dan beredar di masyarakat, yaitu "Diharap keluar rumah nanti malam pukul 22.30-23.59 dikarenakan potensi gempa susulan sebesar 7,5 SR Magnitude. Bagi yang tahu harap sebarkan berita penting ini." Berita tersebut dibuat dengan mengatasnamakan BMKG, maka dengan ini kami sampaikan sebagai berikut :
Prediksi Gempa Susulan 7.5 SR, BMKG: Itu Hoax
Jakarta - Selasa (23/1), Deputi Bidang Inskalrek dan Jarkom, Drs. Untung Merdijanto, M.Si menghimbau masyarakat melalui awak media untuk tidak percaya berita hoax yang beredar melalui pesan berantai terkait prediksi gempa susulan berkekuatan 7.5 SR yang akan terjadi pada pukul 22.00 WIB. "BMKG tidak pernah mengeluarkan prediksi tersebut, itu hoax ", ujar Untung dalam jumpa pers di BMKG.
BMKG Tegaskan Kabar Adanya Gempa Susulan adalah HOAX!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kabar yang beredar terkait gempa bumi susulan berkekuatan 7,5 SR di Provinsi Banten dan sekitarnya pada pukul 22.30-23.59 WIB merupakan tidak benar atau hoax. Berita tidak benar itu muncul setelah terjadinya gempa yang melanda Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, pada Selasa (23/1/2018) siang. Hingga Selasa petang, aktivitas gempa susulan di selatan Banten sudah mencapai 26 kali kejadian dengan kekuatan yang terus melemah, sehingga sangat kecil potensi akan terjadi gempa susulan yang kekuatannya besar.