Category: BPOM

[HOAKS] Imboost Kontraindikasi untuk Covid-19
Beredar sebuah pesan di media sosial pada platform WhatsApp yang memberikan informasi tentang Imboost kontraindikasi untuk Covid-19 yang mengatasnamakan Andre, Apoteker Farmasi RSPAD Gatot Subroto.
[DISINFORMASI] Obat yang Dibeli Jokowi dari Cina Komunis Sangat Berbahaya dan Berakibat Kematian
Beredar pesan berantai di media sosial WhatsApp dengan narasi yang mengklaim bahwa obat untuk mengatasi virus Corona atau Covid-19 yang dibeli presiden Jokowi dari China sangat berbahaya dan berakibat kematian. Pesan tersebut turut menyertakan tautan artikel yang dimuat situs berita cnnindonesia.com yang berjudul “Warga AS Tewas Usai Minum Cairan Mengandung Chloroquine”.
[DISINFORMASI] Colloidal Silver (Koloid Perak) Dapat Menyembuhkan Bahkan Membunuh Virus Corona
Beredar sebuah gagasan bahwa koloid perak (Colloidal Silver) dapat menjadi obat virus Corona. Perak koloid adalah partikel kecil dari logam yang tersuspensi dalam cairan. Minuman ini diklaim mampu mengobati semua jenis penyakit, mampu berperan sebagai antiseptik, dan membantu sistem kekebalan tubuh termasuk membunuh virus Corona.
[HOAKS] Virus Berbahaya Machupo pada Obat Parasetamol Jenis Baru
Beredar tangkapan layar sebuah kolase foto yang memperlihatkan kemasan pil Parasetamol yang berkode P-500 yang dikaitkan dengan dua foto pasien yang terlihat mengalami penyakit kulit. Informasi itu menyebar melalui pesan berantai WhatsApp.
PENJELASAN BADAN POM RI Tentang PRODUK PANGAN IMPOR YANG DIDUGA MENGANDUNG VIRUS CORONA
Sehubungan dengan beredarnya informasi melalui media daring mengenai adanya produk makanan dalam kemasan dari China yang diduga mengandung Virus Corona, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
[HOAKS] Beras Plastik Telah Beredar di Kota Ambon
Beredar video yang membuat masyarakat Kota Ambon resah terkait kabar beredarnya beras plastik. Video tersebut terlihat beberapa orang menjelaskan beras dari dalam karung Bulog adalah beras plastik dengan melakukan pengujian dengan dibanting di atas meja.
PENJELASAN BADAN POM RI Tentang PRODUK JOHNSON BABY POWDER
PENJELASAN BADAN POM RI Tentang PRODUK JOHNSON BABY POWDER Sehubungan informasi dari US Food and Drug Administration (US FDA) terkait penarikan secara sukarela produk Johnson’s Baby Powder di Amerika Serikat pada 18 Oktober 2019, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut: Pengujian dilakukan US FDA terhadap produk Johnson’s Baby Powder lot #22318RB produksi Amerika yang terkontaminasi chrysotile fibers, salah satu jenis asbestos yang merupakan senyawa karsinogen. Menurut US FDA, kontaminasi asbestos dapat terjadi apabila area penambangan bahan baku talk tidak dipilih secara teliti dan tidak ada langkah pemurnian terhadap bahan baku talk tersebut. Dalam Peraturan Badan POM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, asbestos termasuk bahan yang dilarang dalam kosmetika. Sampai saat ini belum ada peraturan terkait batasan cemaran asbestos, baik di Indonesia, ASEAN, maupun Amerika. Produk Johnson’s Baby Powder yang ternotifikasi di Badan POM merupakan produk lokal (diproduksi di Indonesia) dan impor (berasal dari Filipina dan Thailand). Berdasarkan data pemasukan produk tersebut ke Indonesia tahun 2019, tidak terdapat produk dengan nomor bets yang sama dengan produk yang terkontaminasi di Amerika. Berdasarkan pengawasan Badan POM, produk Johnson’s Baby Powder yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Namun demikian untuk menjamin keamanan, manfaat, dan mutu kosmetika yang digunakan masyarakat, Badan POM tetap melakukan pengawasan terhadap produk tersebut, melalui sampling serta pengujian produk Johnson’s Baby Powder di peredaran. Hasil sampling dan pengujian terhadap produk Johnson’s Active Fresh Baby Powder, Johnson’s Baby Powder, dan Johnson’s Cornstarch Baby Powder menunjukkan negatif atau tidak mengandung asbestos. Badan POM terus memantau dan menindaklanjuti permasalahan ini serta akan terus memperbarui informasi sesuai data terbaru. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 08121-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, email halobpom@pom.go.id, Twitter @BPOM_RI atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.