Category: BPOM

Penjelasan BPOM RI Tentang Peredaran Obat Keras yang Dijual Online/Daring
Selain pengawasan rutin dan intensifikasi pengawasan peredaran obat di pasaran, BPOM juga memiliki strategi khusus dalam mengawasi obat secara daring yaitu cyber patrol yang merupakan pengawasan berkala terhadap obat yang dijual melalui market place/e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Elevenia, Shopee, dan lainnya, media sosial seperti Facebook dan Instagram, serta situs lainnya.
[DISINFORMASI] Indomilk mendukung LGBT
Pengguna media sosial dihebohkan dengan informasi mengenai iklan susu Indomilk yang dianggap mendukung LGBT. Iklan susu itu menampilkan gambar keluarga dengan dua laki-laki dewasa dan seorang anak laki-laki. Informasi tersebut merupakan isu lama yang diposting kembali oleh pengguna media sosial. Pihak Manajemen PT Indolakto pun pernah mengklarifikasi terkait hal tersebut melalui email pada pemberitaan di Sriwijaya Post edisi Online (Sripoku.com) pada 30 April 2013 lalu. Dalam surat yang ditandatangani oleh Irsan Yazid, Wakil Direktur Utama I, itu disampaikan bahwa gambar yang tercantum dalam kemasan lama produk susu bubuk Indomilk berperisa coklat adalah gambaran keluarga 3 (tiga) generasi, terdiri dari kakek, ayah dan anak laki-laki di bagian muka kemasan produk yang diikuti dengan pencantuman gambar nenek, ibu dan akan perempuan di belakang kemasan produk.
[DISINFORMASI] Jus Daun Pepaya Dapat Menyembuhkan DBD
Telah beredar di sosial media Facebook tentang informasi yang menyatakan bahwa jus daun pepaya dapat menyembuhkan DBD. Postingan tersebut disertai dengan cerita seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah karena ayah dari anak tersebut mendapat rekomendasi dari temannya tentang jus daun pepaya mentah.
[HOAKS] Gula Jawa Mengandung Formalin
Beberapa hari belakangan media sosial dihebohkan dengan informasi mengenai gula jawa yang mengandung formalin. Dalam informasi yang beredar dijelaskan bahwa ternyata gula jawa yang sehat itu adalah yang dirubung lalat dan semut, lembek dan mudah meleleh, karena gula jawa yang keras adalah gula jawa berformalin. Gula jawa yang tidak pakai pengawet itu harum.
Penjelasan Badan POM RI Terkait Penipuan Dalam Rangka HUT BPOM RI Ke-18 yang Mengatasnamakan Pejabat BPOM RI
Sehubungan beredarnya surat yang mengatasnamakan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Obat Tradisional, Makanan, Kosmetik dan Produk Komplemen, dimana perusahaan diminta untuk berpartisipasi memberikan ucapan selamat melalui iklan kemitraan sekaligus sebagai media promosi dengan pembayaran yang telah ditentukan, kami sampaikan bahwa surat tersebut TIDAK BENAR.
Penjelasan BPOM RI  Terkait Penipuan Dalam Rangka HUT BPOM RI Ke-18 yang Mengatasnamakan Pejabat BPOM RI
PENJELASAN BPOM RI TERKAIT PENIPUAN DALAM RANGKA HUT BPOM RI KE-18 YANG MENGATASNAMAKAN PEJABAT BPOM RI Sehubungan beredarnya surat yang mengatasnamakan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Obat Tradisional, Makanan, Kosmetik dan Produk Komplemen, dimana perusahaan diminta untuk berpartisipasi memberikan ucapan selamat melalui iklan kemitraan sekaligus sebagai media promosi dengan pembayaran yang telah ditentukan, kami sampaikan bahwa surat tersebut TIDAK BENAR. Kepada semua pihak yang mendapatkan surat tersebut, kami tegaskan bahwa “BPOM TIDAK PERNAH BEKERJA SAMA DENGAN CV. GITANIEL MITRA BERSAUDARA ATAU PIHAK LAIN UNTUK MENERBITKAN IKLAN KEMITRAAN UCAPAN SELAMAT DAN SUKSES HUT-18 BADAN POM RI DI MEDIA NASIONAL”.
Penjelasan Badan POM RI Tentang Penarikan Obat Antihipertensi Irbesartan
Sehubungan dengan adanya informasi terbaru tentang penarikan obat antihipertensi Irbesartan di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh United State - Food and Drug Administration (US FDA) tanggal 18 Januari 2019, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
Penjelasan BPOM RI Tentang Penarikan Obat Antihipertensi Irbesartan
PENJELASAN BPOM RI TENTANG PENARIKAN OBAT ANTIHIPERTENSI IRBESARTAN Sehubungan dengan adanya informasi terbaru tentang penarikan obat antihipertensi Irbesartan di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh United State - Food and Drug Administration (US FDA) tanggal 18 Januari 2019, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut: Irbesartan adalah obat keras (dikonsumsi dengan resep dokter) untuk mengobati pasien dengan tekanan darah tinggi, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan antihipertensi lain. Pada tanggal 18 Januari 2019, US FDA memberikan pernyataan lanjutan mengenai penarikan obat antihipertensi golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sehubungan dengan ditemukannya pengotor N-Nitrosodiethylamine (NDEA) pada bahan baku Irbesartan produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. Berdasarkan penelusuran BPOM RI, terdapat obat antihipertensi yang mengandung Irbesartan yang beredar di Indonesia menggunakan bahan baku berasal dari Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. (Lampiran 1). Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta kepada industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat serta melakukan penarikan obat yang mengandung Irbesartan dengan sumber bahan baku Zhejiang Huahai China dan melaporkan kepada BPOM RI. Bagi pasien yang sudah mengonsumsi obat Irbesartan yang ditarik sebagaimana terlampir dalam penjelasan ini, dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter/apoteker pada fasilitas kesehatan/fasilitas pelayanan kefarmasian untuk kelanjutan pengobatan. Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada sejawat kesehatan professional dan semua pihak terkait untuk mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam pemilihan obat. BPOM RI akan terus memantau dan menindaklanjuti permasalahan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat mengubungi contact center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533 atau SMS 08121999533 atau e mail halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.