Category: BPOM

Penjelasan Badan POM RI Tentang Penarikan Obat Antihipertensi Golongan Angiotensin Receptor Blocker
Sehubungan dengan penarikan obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB) yaitu Irbesartan, Losartan dan Valsartan di Eropa dan Amerika Serikat, serta menindaklanjuti penjelasan BPOM RI sebelumnya tanggal 12 Juli 2018 mengenai Penarikan Obat Antihipertensi yang Mengandung Zat Aktif Valsartan, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
PENJELASAN BPOM RI TENTANG PRODUK PANGAN YANG MENGANDUNG THC (GANJA)
Sehubungan dengan merebaknya isu mengenai peredaran produk pangan yang mengandung THC (ganja) di media sosial, BPOM RI memandang perlu memberi penjelasan sebagai berikut:
Penjelasan BPOM RI tentang Produk Pangan yang Mengandung THC (Ganja)
THC (Tetrahydrocannabinol) yang merupakan senyawa utama dari ekstrak tanaman ganja, termasuk bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan baku pangan di Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan BPOM No. 7 tahun 2018 tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan.
Penjelasan BPOM RI Tentang Minuman Suplemen Kesehatan Torpedo
Sehubungan dengan informasi yang viral beredar di media sosial serta laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru tentang 56 siswa SMP di Pekanbaru yang menyayat tangannya setelah mengonsumsi minuman suplemen kesehatan merek Torpedo, bersama ini dijelaskan beberapa hal sebagai berikut:
Video Kopi Gula Krimer Resahkan Warga, Begini Penjelasan BPOM
Sebuah tayangan video tentang kopi, gula, dan krimer, yakni kopi cap Luwak, beredar di jaringan media sosial dan meresahkan rakyat. Alhasil, BPOM pun memandang perlu untuk memberikan penjelasan. Dijelaskan BPOM, berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk, antara lain, gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan. Produk tersebut juga telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI, serta telah mendapatkan nomor izin edar.
Penjelasan BPOM RI Terkait Kopi Gula Krimer
Berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk antara lain gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan.  Produk tersebut telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar. 
Permasalahan Vaksin di China
PENJELASAN BPOM RI TENTANG PERMASALAHAN VAKSIN DI CHINA Sehubungan dengan pemberitaan media terkait vaksin rabies dan vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) yang diproduksi oleh Industri Farmasi Changsheng Biotechnology di China, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, untuk menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. 2. Vaksin rabies dan vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) produksi Changsheng Biotechnology China yang diberitakan telah dihentikan produksinya dan ditarik dari peredaran. Penghentian produksi dan penarikan produk dilakukan karena vaksin tersebut tidak sesuai standar. 3. Berdasarkan data di BPOM RI, vaksin produksi Changsheng Biotechnology China tersebut tidak terdaftar di Indonesia. 4. Vaksin impor hanya dapat diedarkan di Indonesia setelah melalui tahapan sampling, pengujian laboratorium serta evaluasi seluruh data keamanan vaksin oleh BPOM RI. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 30 tahun 2017 tentang Pemasukan Obat dan Makanan ke dalam Wilayah Indonesia. 5. Dalam hal pengawasan produk vaksin, BPOM RI diakui sebagai lembaga yang terkualifikasi, bermutu dengan jaminan sistem pengawasan yang baik dan handal sesuai standar internasional (WHO). 6. BPOM RI akan terus memantau dan menindaklanjuti permasalahan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia
Penjelasan Bersama BPOM dan Kementerian Kesehatan RI Tentang Susu Kental Manis (SKM)
PENJELASAN BERSAMA BPOM DAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TENTANG SUSU KENTAL MANIS (SKM) Susu Kental Manis (SKM) merupakan produk yang dibuat dari susu. Proses produksi dan produk akhir harus memenuhi ketentuan antara lain kandungan lemak susu 8% dan protein 6,5% sesuai dengan Peraturan Kepala Badan POM No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan yang ditetapkan mengacu pada ketentuan Codex Alimentarius Commission. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menerapkan Pemberian Makan Bayi dan Anak yang optimal meliputi: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ASI Eksklusif MPASI yang tepat sejak genap umur 6 (enam) bulan Melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 (dua) tahun atau lebih. SKM bukan pengganti ASI dan tidak boleh diberikan pada bayi sampai usia 12 bulan. SKM tidak ditujukan sebagai pengganti susu yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan gizi. Untuk mencegah kesalahan persepsi dalam penggunaan SKM, akibat tampilan dalam label dan iklan SKM, pada tanggal 22 Mei 2018 Badan POM telah mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada seluruh produsen/importir/distributor SKM menegaskan label dan iklan SKM: Dilarang menampilkan anak usia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak. SE juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan terkait salah satu pesan Gizi Seimbang, yaitu “Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak”. Masyarakat dihimbau untuk cermat memperhatikan informasi pada label pangan termasuk uraian pada Informasi Nilai Gizi, sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 63 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji. Jika masyarakat menemukan produk bermasalah dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia