Category: HOAX

[HOAKS] Berjinjit Bisa Menyembuhkan Stroke
Penjelasan : Beberapa waktu lalu, viral cerita mengenai seorang pria yang sembuh dari stroke hanya dengan melakukan terapi jinjit selama 50 kali dalam sehari. Menurut ahli bedah saraf, dr Roslan Yusni Hasan SpBS, jinjit tidak bisa menyembuhkan stroke. Stroke tidak akan bisa sembuh dengan jinjit-jinjit kaki. Bahkan, meskipun penderita stroke rajin berolahraga, hal ini tidak akan menyembuhkan penyakitnya. Olahraga hanya akan mencegah datangnya penyakit ini. Memperkecil risiko sakit pun tidak cukup dengan olahraga. Asupan makanan sehari-hari harus diperhatikan, istirahat dipastikan harus cukup, dan faktor-faktor lain seperti genetik, usia, dan jenis kelamin ikut memengaruhi.
[HOAKS] Mencekam! Ratusan Ribu Umat Hindu Berkumpul, Siap Hancurkan Masjid Dan Habisi Umat Muslim Indian
Lagi-lagi judul yang dinarasikan dengan tidak benar atau tidak sesuai dengan konteks isi berita didapati pada sebuah kanal berita www.asiasatu.online . Salah satunya adalah berita dengan judul Mencekam! Ratusan Ribu Umat Hindu Berkumpul, Siap Hancurkan Masjid Dan Habisi Umat Muslim Indian” yang dipublish pada 25, November 2018. Berita yang mengangkat isu konflik SARA di India ini tentu memicu spekulasi publik.
Surat Presiden Jokowi Meminta Dukungan kepada BUMN untuk Pemenangan Pilpres 2019
Penjelasan : Pada akhir 2017 sempat beredar sebuah surat yang mengatasnamakan Presiden Joko Widodo yang ditujukan pada sejumlah BUMN. Surat tersebut ditulis menggunakan bahasa Inggris dalam sebuah kertas dengan KOP Kantor Kepresidenan Indonesia. Surat itu berisikan permohonan dukungan oleh presiden jokowi kepada sejumlah BUMN dalam rangka suksesi Pilpres 2019 mendatang. Pada bagian akhir, penulis surat palsu tersebut mengklaim alamat jokowiriana@gmail.com sebagai alamat surel pribadi Presiden Jokowi. Belakangan surat itu kembali beredar.
10 Juta Massa PBNU dan ANSOR akan kepung KEDUBES SAUDI
Pasca memanasnya isu PBNU yang menyatakan sikap protesnya kepada Duta Besar Arab Saudi terkait statementnya di akun twitter beberapa hari lalu, beredar sebuah gambar/flayer yang menyebutkan bahwa PBNU bersama GP ANSOR tengah menyiapkan 10 juta masa untuk mengepung Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Faktanya, hal tersebut dibantah oleh GP Ansor. Melalui akun twitter resmi @BANSERSATKORNAS mereka menyatakan bahwa kabar itu sama sekali tidak benar. Mereka mengklarifikasi bahwa GP Ansor tidak pernah adakan aksi apapun, adapun terkait protes dan tabayyun terhadap cuitan Dubes Saudi mereka sampaikan secara resmi melalui surat kepada Kementerian Luar Negeri sebagai jalur yang semestinya.
Cuma di Jaman Anies, Banjir Banjir Nyiram Pohon
Foto dan narasi tersebut faktanya tidak terkait sama sekali dengan Gubernur Anies Baswedan, karena foto tersebut ternyata berlokasi di Malang, tepatnya di area taman yang ada di median jalan kawasan Jl Veteran yang tepat berada di depan pintu masuk Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Makanan yang mudah terbakar positif mengandung lilin/plastik
BPOM melalui situs resminya memeberikan penjelasan bahwa produk pangan yang terbakar/menyala tersebut tidak dapat membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin di dalam produk pangan.
Karni Ilyas Dipanggil Jokowi karena TV One Siaran Langsung Reuni Akbar 212
Sedang ramai diperbincangkan di media sosial berita mengenai dipanggilnya Karni Ilyas selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Tv One oleh pihak Istana Presiden Joko Widodo. Pemanggilan ini terjadi setelah Tv One menyiarkan langsung acara Reuni Akbar 212 02 Desember lalu, sehingga narasi dan persepsi yang bermunculan adalah Ia dipanggil lantaran hal itu.
Indosat Mengirimkan SMS Berantai Kepada Penggunanya Di Lokasi Reuni Alumni 212
Ramai menjadi perbincangan ketika sebagian peserta aksi reuni 212 di monas menerima sms dari pengguna provider indosat yang berisi tentang himbauan untuk berhati-hati sebab reuni 212 ditunggangi HTI. Hal ini memicu spekulasi yang salah dengan tuduhan bahwa indosat telah dengan sengaja melanggar privasi dengan mengirimkan pesan berantai tersebut melalui nomor-nomor pelanggannya. Menanggapi hal tersebut, pihak Indosat Ooredoo angkat bicara. Dilansir dari detik.com, Group Head Corporate Communications Indosat Turina Farouk menegaskan bahwa Indosat tidak pernah mengirim SMS berantai itu kepada penggunannya yang ada di sekitaran lokasi Reuni Alumni 212. Hal itu, menurut Turina, diketahui setelah Indosat melakukan pengecekan dan investigasi pada jaringannya. “Setelah kami lakukan investigasi. SMS broadcast tersebut tidak dikirimkan oleh Indosat,” ujarnya. Hingga saat ini, belum diketahui siapa pengirim sebenarnya SMS berantai tersebut. Adapun, SMS berantai itu bertuliskan berasal dari 212 Damai dan tidak tercantumkan nomor teleponnya.