Category: KLARIFIKASI

Penjelasan BPOM RI Tentang Minuman Suplemen Kesehatan Torpedo
Sehubungan dengan informasi yang viral beredar di media sosial serta laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru tentang 56 siswa SMP di Pekanbaru yang menyayat tangannya setelah mengonsumsi minuman suplemen kesehatan merek Torpedo, bersama ini dijelaskan beberapa hal sebagai berikut:
BNPB Tanggapi Isu Ancaman Gempa 8,1 SR di Palu
Informasi mengenai ancaman gempa susulan dan tsunami di Donggala dan Palu telah menyebar di masyarakat melalui berbagai platform media sosial maupun layanan pesan singkat. Salah satunya, informasi bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar, yakni di atas 8,1 Skala Richter dan tsunami.
Kepala Badan Geologi ESDM Respons Informasi Palu Bakal Tenggelam
Bencana yang belakangan menimpa sejumlah wilayah di Sulawesi memunculkan kekhawatiran atas keamanan penduduk yang mendiami kawasan tersebut. Namun Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar menegaskan, informasi "Palu akan tenggelam" adalah salah dan tidak ada faktanya.
Video Kopi Gula Krimer Resahkan Warga, Begini Penjelasan BPOM
Sebuah tayangan video tentang kopi, gula, dan krimer, yakni kopi cap Luwak, beredar di jaringan media sosial dan meresahkan rakyat. Alhasil, BPOM pun memandang perlu untuk memberikan penjelasan. Dijelaskan BPOM, berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk, antara lain, gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan. Produk tersebut juga telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI, serta telah mendapatkan nomor izin edar.
Mendagri Bantah Ada Penjarahan Toko di Palu Pascagempa
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan penjelasan terkait kabar adanya penjarahan toko pascagempa di Palu, Sulawesi Tengah. Sebab, Ia berada di lokasi tersebut saat terjadi peristiwa ini. "Waktu itu kondisi mati listrik. Bandara pun runtuh. Halaman di sana jadi tempat pengungsi dan ada toko yang ikut roboh, makanan dan minumannya berhamburan. Kemudian diambil masyarakat. Jadi bukan penjarahan," tegas Mendagri dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (30/9/2018).