Category: KLARIFIKASI

Penjelasan Badan POM RI Terkait Penipuan Dalam Rangka HUT BPOM RI Ke-18 yang Mengatasnamakan Pejabat BPOM RI
Sehubungan beredarnya surat yang mengatasnamakan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Obat Tradisional, Makanan, Kosmetik dan Produk Komplemen, dimana perusahaan diminta untuk berpartisipasi memberikan ucapan selamat melalui iklan kemitraan sekaligus sebagai media promosi dengan pembayaran yang telah ditentukan, kami sampaikan bahwa surat tersebut TIDAK BENAR.
Bukan Intimidasi, Pernyataan Menkominfo Justru Tegaskan Netralitas ASN
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membantah adanya intimidasi yang dilakukan oleh Menkominfo Rudiantara terhadap salah seorang pegawai Kemkominfo karena yang bersangkutan memilih calon presiden tertentu. Berdasarkan penelusuran tim JPP, Jumat (1/2/2019), apa yang disampaikan oleh Menkominfo justru merupakan sebuah ketegasan untuk menjunjung tinggi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penyelenggaraan Pemilu. Adapun kronologi lengkap peristiwa yang berlangsung dalam sebuah acara internal Kemkominfo di Jakarta, Kamis (31/1/2019), itu, yakni terjadi ketika Menkominfo sedang meminta masukan kepada semua ASN Kemkominfo terkait dua buah desain spanduk Sosialisasi Pemilu bernomor 1 dan 2 yang akan dipasang di Gedung Kemkominfo, dengan cara voting.
Penjelasan BPOM RI  Terkait Penipuan Dalam Rangka HUT BPOM RI Ke-18 yang Mengatasnamakan Pejabat BPOM RI
PENJELASAN BPOM RI TERKAIT PENIPUAN DALAM RANGKA HUT BPOM RI KE-18 YANG MENGATASNAMAKAN PEJABAT BPOM RI Sehubungan beredarnya surat yang mengatasnamakan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Obat Tradisional, Makanan, Kosmetik dan Produk Komplemen, dimana perusahaan diminta untuk berpartisipasi memberikan ucapan selamat melalui iklan kemitraan sekaligus sebagai media promosi dengan pembayaran yang telah ditentukan, kami sampaikan bahwa surat tersebut TIDAK BENAR. Kepada semua pihak yang mendapatkan surat tersebut, kami tegaskan bahwa “BPOM TIDAK PERNAH BEKERJA SAMA DENGAN CV. GITANIEL MITRA BERSAUDARA ATAU PIHAK LAIN UNTUK MENERBITKAN IKLAN KEMITRAAN UCAPAN SELAMAT DAN SUKSES HUT-18 BADAN POM RI DI MEDIA NASIONAL”.
Setpres Tegaskan Jurnal Wicaksana Bukan Media Istana Kepresidenan
Menanggapi munculnya sebuah media cetak bernama "Jurnal Wicaksana" yang mengklaim dirinya sebagai media Istana Kepresidenan, Sekretariat Presiden memastikan bahwa media tersebut tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Lembaga Kepresidenan.
Penjelasan Badan POM RI Tentang Penarikan Obat Antihipertensi Irbesartan
Sehubungan dengan adanya informasi terbaru tentang penarikan obat antihipertensi Irbesartan di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh United State - Food and Drug Administration (US FDA) tanggal 18 Januari 2019, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
Penjelasan BPOM RI Tentang Penarikan Obat Antihipertensi Irbesartan
PENJELASAN BPOM RI TENTANG PENARIKAN OBAT ANTIHIPERTENSI IRBESARTAN Sehubungan dengan adanya informasi terbaru tentang penarikan obat antihipertensi Irbesartan di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh United State - Food and Drug Administration (US FDA) tanggal 18 Januari 2019, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut: Irbesartan adalah obat keras (dikonsumsi dengan resep dokter) untuk mengobati pasien dengan tekanan darah tinggi, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan antihipertensi lain. Pada tanggal 18 Januari 2019, US FDA memberikan pernyataan lanjutan mengenai penarikan obat antihipertensi golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sehubungan dengan ditemukannya pengotor N-Nitrosodiethylamine (NDEA) pada bahan baku Irbesartan produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. Berdasarkan penelusuran BPOM RI, terdapat obat antihipertensi yang mengandung Irbesartan yang beredar di Indonesia menggunakan bahan baku berasal dari Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. (Lampiran 1). Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta kepada industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat serta melakukan penarikan obat yang mengandung Irbesartan dengan sumber bahan baku Zhejiang Huahai China dan melaporkan kepada BPOM RI. Bagi pasien yang sudah mengonsumsi obat Irbesartan yang ditarik sebagaimana terlampir dalam penjelasan ini, dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter/apoteker pada fasilitas kesehatan/fasilitas pelayanan kefarmasian untuk kelanjutan pengobatan. Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada sejawat kesehatan professional dan semua pihak terkait untuk mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam pemilihan obat. BPOM RI akan terus memantau dan menindaklanjuti permasalahan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat mengubungi contact center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533 atau SMS 08121999533 atau e mail halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.