Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek dan Cara Merawat Bunga Anggrek

  • Whatsapp

Anggrek adalah tanaman bunga hias yang termasuk dalam jenis benalu dengan bunga yang indah. Bunga anggrek sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan dibudidayakan mulai 50 tahun yang lalu di Indonesia. Saat ini budidaya tanaman hias anggrek sudah menyebar luas di Indonesia maupun di berbagai negara sebagai salah satu peluang bisnis.

Mengenal Bunga Anggrek

Anggrek memiliki berbagai jenis, yaitu anggrek ephytis, anggrek semi ephytis, dan anggrek Terrestris. Ketiga jenis bunga anggrek tersebut dibagi berdasarkan sifat. Yaitu itu yang pertama menumpang pada pohon tetapi tidak merusak, menempel pada pohon, dan dan hidup di atas tanah. 

Untuk mendapatkan tanaman bunga anggrek yang di pupuk sendiri dapat disimak informasi di bawah. Anggrek terestrial adalah anggrek yang hidup di tanah sehingga jenis inilah yang akan dijelaskan membudidaya nya. 

Sebelum menuju mengenai cara budidaya tanaman hias anggrek harus menyiapkan media tanam. Media tanam yang dibutuhkan adalah pecahan genteng, arang sekam, serbuk kayu, serat pakis, pupuk kompos, dll.

Cara Budidaya Bunga Anggrek

Bunga anggrek dapat dibudidaya secara sendiri dengan berbagai cara, disini akan menggunakan cara organik dan sudah dijamin tumbuh dengan baik. Cara melakukan budidaya budidaya tanaman hias anggrek ini harus mengikuti langkah demi langkah. Mulai dari pembibitan kemudian pemindahan bibit lalu penyiapan media tanam Nya serta teknik penanaman hingga memeliharanya.

1. Pembibitan Anggrek

Bibit anggrek harus memiliki bentuk batang yang kuat agar pertumbuhannya cepat dan daunnya subur serta bunganya lebat dan segar. Pada teknik pembibitan terdapat dua kejadian, secara alami dan dan bantuan manusia.

Sejarah bantuan manusia dapat menyebarkan biji Anggrek menggunakan botol botol steril agar pertumbuhannya baik. Setelah biji anggrek sudah berada di botol steril, leher botol tersebut dipanaskan menggunakan lampu agar lebih steril. Jangan lupa untuk menutup botolnya hingga rapat.

2. Perawatan Bibit

Setelah bibit disimpan dalam botol steril, terus pantau keadaan bibit. Lakukan penghangatan pada bibit agar mengalami proses pertumbuhan yang lancar, karena bibit yang tidak diperhatikan akan gagal tumbuh.

Keadaan yang dapat terjadi ketika perawatan, yaitu munculnya jamur karena botol tidak steril dan berhasil karena bibit diletakkan pada botol yang steril. Agar berhasil lakukan penghangatan teratur selama 9 hingga 12 bulan selama proses pembibitan. Setelah perawatan bibit berhasil dapat dipindahkan.

3. Pemindahan Bibit

Pemindahan bibit dilakukan agar bibit anggrek memiliki tempat lebih luas untuk pertumbuhannya. Proses pemindahan bibit setelah bibit tersebut berumur 9 hingga 12 bulan yang sudah tumbuh dan memiliki akar. Bibit yang sudah tumbuh akan lebih besar dan membutuhkan kebutuhan yang lebih besar juga.

Pada 9 hingga 12 bulan adalah umur yang baik untuk bibit Anggrek dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berlubang. Lubang tersebut berdiameter 7 hingga 16 cm agar dapat mengeluarkan air dan memiliki pernafasan. Persiapkan media tanam untuk pemindahan bibit dengan baik.

4.  Pembuatan Media Tanam

Pembuatan media tanam dapat dilakukan dengan mudah dengan bahan dan alat yang sudah disiapkan. Media tanam yang akan dibuat akan disukai oleh Anggrek tanah yang akan dibudidaya. Dimulai dengan membersihkan akar Pakis kemudian potong-potong agar tidak menggumpal.

Pot diisi dengan pecahan genteng kemudian akar Pakis direndam menggunakan pupuk organik cair. Taburkan juga pupuk organik di atas media tanam dan siram pot hingga lembab. Jangan lupa untuk semprot tanah dengan pupuk organik yang dicampur dengan air agar tanah sehat.

5. Pemindahan Bibit Ke Dalam Pot

Setelah pembuatan media tanam selesai melakukan pemindahan Bibit ke dalam pot bibit yang akan dipindahkan. Bibit sudah tumbuh besar namun tetap harus mengeluarkannya secara perlahan menggunakan kawat steril berbentuk U.

Selanjutnya penggunaan pupuk organik cair khusus tanaman hias yang sudah dicampur dengan air selama 20 menit. Hal ini bertujuan untuk mensterilkan bibit dari terkenanya jamur atau bakteri. Setelah Hal ini dilakukan angkat bibit dari rendaman pupuk organik cair, lalu tanam pada pot yang sudah diisi dengan media tanam diatas.

Cara Merawat Bunga Anggrek

Bunga anggrek siap melalui tahap proses pertumbuhan, selanjutnya ada tahap budidaya tanaman hias anggrek. Melakukan perawatannya tidak sulit namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat bunga anggrek.

Anggrek tanah dapat dibudidayakan lebih dari satu pot dengan melakukan penjarangan dan penyulaman. Namun tanpa melakukan penjarangan dan penyulaman tidak masalah kecuali bibit Anggrek tidak tumbuh dengan baik.

Lakukan penyiangan, penyiangan sangat penting karena Anggrek tanah sangat membutuhkan nutrisi dengan jumlah yang cukup banyak titik adanya gangguan gulma akan mempengaruhi pertumbuhan bunga anggrek. Untuk itu Cabut segera gulma rumput atau yang lainnya agar tidak merusak pertumbuhan.

Pengairan dan penyiraman adalah hal yang wajib bagi tumbuhan karena Tumbuhan membutuhkan kadar air untuk menutrisi bunganya. Termasuk bunga anggrek sangat wajib melakukan penyiraman agar tetap lembab. Lakukan penyiraman yang cukup dengan berbagai sumber air.

Sumber air yang diberikan pada bunga anggrek tidak dikecualikan karena semua air melembabkan. Air ledeng memberikan pH sekitar 5-6, air sumur mengandung mineral tanah dan harus daerah berkapur. Air hujan dan air selokan yang harus diperhatikan kebersihannya.

Itulah informasi mengenai cara budidaya tanaman hias anggrek dan cara merawatnya agar tumbuh dengan baik. Anggrek adalah tanaman dengan bunga yang indah, membuat banyak orang ingin memilikinya. Dapat disimpulkan menanam bunga anggrek sangat mudah dan tidak membatasi pilihan sumber air.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *